Equityworld Futures Medan – Danantara Bantu Bereskan Polemik LRT City, Suntik Dana Segini ke ADCP | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kasus keterlambatan serah terima unit yang dilakukan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) kepada para konsumennya mencapai Rp 456 miliar. Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, proyek pengembangan properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) LRT City ini telah merugikan sekitar 2.000 pemilik unit. “Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih ya untuk menyelesaikan 2000 sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar. Itu akan kita lakukan,” ujarnya saat ditemui di acara Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dony menegaskan, pihaknya akan memberikan bantuan dalam bentuk suntikan dana agar para pemilik unit dapat mendapatkan haknya untuk memperoleh hunian yang telah dibeli. “Ya nanti akan ada bentuknya equity injection untuk penyelesaian, karena tidak boleh orang terzalimi dengan hal-hal begitu,” tegasnya. Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen akan segera menyelesaikan persoalan tersebut pada September 2026. “Pasti akan diberesin. menjadi komitmen kita. Bagi saya itu penting sekali bahwa kita tidak boleh merugikan orang.
Apalagi, dan itu saya sampaikan kepada seluruh manajemen. Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang rumah pertama, itu zalim namanya. Jadi teman-teman yakinlah sama saya, pasti… itu akan saya bereskan bulan depan,” ungkapnya.
Apa manfaatnya?
Sebelumnya, ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Manajemen mengaku, saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek.
Pipeline business yang berbasis pengembangankawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan disekitar area stasiun transportasi umum seperti Commuter Line, LRT, dan BRT termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Tumbang, Benarkah Investasi Tas Hermes Lebih Cuan? | Equityworld EWF Medan
- → Sentimen Pekan Depan, Harap-harap Cemas Data Inflasi dan Tenagakerja | Equityworld EWF Medan
- → Mendag Ungkap Alasan Rencana Menaikkan Harga MinyaKita | Equityworld EWF Medan
