Equityworld Futures Medan – Update pasar: TPIA Masih Jadi Sasaran Jual Asing di Tengah Reli IHSG | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 1,37% pada perdagangan Selasa (4/8/2026) tidak menghentikan aksi jual investor asing pada sejumlah saham sektor petrokimia, energi, dan pertambangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham dengan jual bersih (net sell) asing terbesar mencapai Rp206,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp83,6 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp71,4 miliar, dan PT Astra International Tbk. (ASII) Rp60,3 miliar. TPIA kembali menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing setelah sehari sebelumnya juga memimpin daftar net sell.
Hal ini mengindikasikan aksi distribusi asing pada saham tersebut masih berlanjut. Di sisi lain, IHSG justru ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37% ke level 6.319,61, didorong derasnya aksi beli asing pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Kondisi tersebut menunjukkan investor asing masih melakukan rotasi portofolio, yakni mengurangi eksposur pada sebagian saham petrokimia, energi, dan tambang, sembari meningkatkan kepemilikan di sektor perbankan yang menjadi penopang utama penguatan indeks. Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar kemarin:
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Minyak Turun Tipis ke US$88 usai Muncul Upaya Mediasi AS-Iran | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | THR Jangan Dihabisin:Ini 7 Aset Investasi Modal UMR Jakarta
- → Analis Ungkap Penyebab Harga Emas Dunia Anjlok | Equityworld EWF Medan
