0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Harga Minyak Ambles 5%, Mulai Jauhi Level US$90/Barel | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga minyak mentah dunia turun tajam sepanjang pekan ini sekaligus keluar dari zona US$90 per barel. Pada sesi perdagangan Jumat (28/8/2026) harga minyak mentah acuan Brent tercatat so US$89,31 per barel atau turun 0,43% dari hari sebelumnya. Sementara acuan WTI turun 0,16% ke US$83,4 per barel. Sementara dalam kinerja mingguan, kedua acuan harga masing-masing ambles 5,38% dan 4,20%. // Harga minyak kembali turun setelah komentar dari Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini untuk meredam inflasi, kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. “Pasar produk (global) tampak kuat menyusul serangan lanjutan terhadap kilang minyak Rusia di Ukraina,” ujar Flynn. “Tapi beredar banyak desas-desus bahwa mungkin akan ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz akhir pekan ini,” ungkapnya dikutip dari Refinitiv (29/8/2026), Konflik antara AS-Israel dan Iran pun telah memasuki bulan keenam pada hari Jumat. Para pedagang memantau pemulihan arus minyak yang masih fluktuatif melalui selat tersebut-jalur yang sebelumnya mengalirkan 20% produksi minyak global sebelum perang pecah. “Pasar dikejutkan oleh adanya aliran tambahan, koridor pelayaran Iran-Oman, serta klaim pembersihan ranjau oleh AS,” kata analis Rystad, Janiv Shah. “Penurunan harga mingguan kemungkinan disebabkan oleh volume yang dapat keluar dari selat tersebut serta kecepatan peningkatan arus minyak.

Hal ini memungkinkan kilang-kilang minyak di Asia untuk mengambil dan mengonsumsi pasokan tersebut,” ujarnya. Pekan ini, AS mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran. Teheran menyatakan sanksi tersebut merupakan “tindakan tidak manusiawi dan bermusuhan” yang sebenarnya sudah tidak efektif lagi.

Apa manfaatnya?

Para mediator tengah meningkatkan upaya agar Selat Hormuz dibuka kembali. Teheran setuju untuk menyusun daftar persyaratan guna memulihkan lalu lintas normal setelah utusan Qatar mendesak pihak Iran untuk menghormati kebebasan navigasi. Pemulihan arus minyak melalui selat tersebut-jalur yang sebelumnya dilalui oleh 20% pasokan minyak dunia sebelum perang-masih berlangsung tidak stabil.

Data awal pelayaran pada hari Jumat menunjukkan bahwa pada hari Kamis (27/8/2026), tujuh kapal pengangkut komoditas melintasi selat tersebut; jumlah ini turun dari 17 kapal sehari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata 15 kapal dalam 10 hari terakhir. Sementara itu, di Bab el-Mandeb-titik sempit maritim utama lainnya-tercatat 17 kapal komoditas melintas, dengan rincian enam kapal masuk dan 11 kapal keluar.Pada hari Kamis, Goldman Sachs memperkirakan total ekspor kawasan Teluk baru-baru ini berada di kisaran 15 juta hingga 16 juta barel per hari; angka ini 7 juta hingga 8 juta barel per hari di bawah tingkat sebelum perang, Tapi 5 juta hingga 6 juta barel per hari di atas titik terendah pada bulan Maret. “Dampaknya terhadap siapa yang akan tetap berada di dalam atau keluar dari OPEC, bagaimana permintaan China terpengaruh, serta apakah masalah kilang minyak global kini dapat teratasi, semuanya sangat bergantung pada situasi perang yang penuh gejolak ini,” ujar John Evans, analis di PVM Oil Futures.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *