Equityworld Futures Medan – Menyoroti BI Tak Mau Lagi Bank “Tumpuk” Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Medan, PT Equityworld Futures – Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menekankan, perbankan di Indonesia tak lagi boleh terlalu banyak mengakumulasi obligasi alias surat berharga, baik itu dalam bentuk SBN maupun SRBI. Menurutnya, perbankan di Indonesia harus kembali kepada fungsinya, yakni menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat dan berkelanjutan. “Kita enggak mau bank terlalu banyak alat likuiditas ke surat-surat berharga, karena bank harus kembali ke fungsi awal, yaitu sebagai lembaga intermediasi dari sektor keuangan ke sektor riil yaitu salurkan kreditnya,” kata Destry saat media briefing secara daring, Jumat (31/7/2026). dalam rapat dewan gubernur (RDG) terakhir, yakni pada 21-22 Juli 2026, BI memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan likuditas makroprudensial (KLM) terbaru yang ditujukan untuk mengendalikan kepemilikan surat berharga di perbankan. Kebijakan itu disebut KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU). KLM baru itu dalam bentuk insentif pengurangan kewajiban giro bank di BI paling tinggi sebesar 2% dari dana pihak ketiga (DPK) kepada bank yang tak melampaui batas kepemilikan surat berharga, baik itu surat berharga negara (SBN) serta sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI).
KLM PPU dimaksud menggantikan KLM interest rate channel dan financing to funding channel, serta akan mulai berlaku pada 1 September 2026. Secara teknis KLM ini akan digelontorkan bagi bank yang kepemilikan SRBI dan SBN nya tak melebihi rasio 19%. Adapun bagi bank yang rasio kepemilikan surat -surat berharganya melebihi batas 19% tak akan bisa mendapatkan insentif itu. “Kami optimalkan perbankan sebagai lembaga intermediary, tujuannya bagaimana lebih mengelola atau memanage kepemilikan bank terhadap surat-surat berharga,” papar Destry.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Breaking News! Efek MSCI Makin Terasa, IHSG Anjlok 4,31% | Equityworld EWF Medan
- → BCA Komitmen Tebar Dividen Interim 3 Kali, Termin 1 Mulai Dibayarkan | Equityworld EWF Medan
- → Saham Maskapai Dunia Terbakar Perang Iran, Tak Ada yang Selamat | Equityworld EWF Medan
