Equityworld Futures Medan – Update pasar: BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026 | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut naik 1,8% secara tahunan (yoy). Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan operasional BCA tercatat sebesar Rp55,8 triliun, meningkat 2,2% yoy.
Pada periode yang sama pendapatan bunga bersih turun 0,6% yoy menjadi Rp42,4 triliun, sementara pendapatan nonbunga bersih naik 11% yoy menjadi Rp13,2 triliun. Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun pada akhir semester I-2026, meningkat 8% yoy.. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pertumbuhan kredit didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Giro dan tabungan (CASA) naik 10,2% yoy menjadi Rp1.082 triliun, sedangkan total DPK meningkat 7,9% yoy menjadi Rp1.284 triliun. “Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor.
Bagaimana cara kerjanya?
Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” ujar Hendra dalam paparan publik, Selasa (28/7/2026). Adapun kredit produktif tercatat sebesar Rp802 triliun atau naik 11% yoy. Rinciannya, kredit korporasi meningkat 13,6% yoy menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan UKM naik 6,6% yoy menjadi Rp288,5 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) mencapai Rp123 triliun atau tumbuh 19% yoy.
Pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan naik 82% yoy menjadi Rp7,7 triliun, sedangkan kredit kendaraan bermotor listrik meningkat 25% yoy menjadi Rp4 triliun. Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) berada di level 4,9% dan non-performing loan (NPL) sebesar 1,9% pada akhir Juni 2026.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Anak Buah Purbaya Pastikan Meski Rupiah Melemah, APBN Masih Aman | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Video: DEN Sebut Isu MSCI Adalah “Wake Up Call” Reformasi Bursa Saham
- → Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
