0 0
Read Time:2 Minute, 46 Second

Equityworld Futures Medan – Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Perbankan menghadapi tantangan likuiditas ketat, di era suku bunga acuan tinggi. Seperti diketahui, BI-Rate yang saat ini di level 5,75%, telah naik 100 basis poin sepanjang 2026.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan saat ini biaya pendanaan perbankan sedang meningkat, sebagai imbas dari kebijakan suku bunga acuan serta kebijakan yang terkait dengan program-program pemerintah. Bahkan, ia mengatakan banyak bank yang mengeluh atas tantangan likuiditas. “Biaya dana sekarang meningkat, bank-bank mengeluh kekeringan likuiditas. Ini karena adjustment policy yang memang harus dipastikan dalam jangka menengah. Khususnya terkait pelayanan pada program-program pemerintah,” kata Anggito dalam sambutannya di Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat Perbanas, di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Bagaimana cara kerjanya?

Ia melanjutkan margin bunga bank (NIM) sekarang tertekan. Lebih lanjut, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) beberapa bulan ini mengalami perlambatan. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan DPK pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp9. 718 ,8 triliun atau tumbuh 8,1% secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,8 % yoy. Sementara itu, data OJK mencatat NIM perbankan per Mei mencapai 4,36%, turun dari akhir tahun lalu sebesar 4,56%.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) merasakan tantangan terhadap likuiditas. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan pihaknya tetap menjaga likuiditas, meski ia mengakui situasi saat ini cukup menantang. “Pastilah terasa. Itu tantangan lah, itu bagian dari seni sebagai bankers kan,” katanya selepas Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS, di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026). “Jadi cukup menantang juga, ya itulah bagaimana seorang bankers bisa manage itu.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *