Equityworld Futures Medan – IHSG Ditutup Terkoreksi 1,88% ke Level 6.196 | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk pada perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026), dengan pelemahan nyaris mencapai 2% di tengah derasnya aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus membayangi pergerakan pasar. Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 117 poin atau 1,88% ke level 6.196,43.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 587 saham melemah, hanya 104 saham menguat, sementara 105 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi telah mencapai Rp 17,71 triliun dengan volume perdagangan 37,84 miliar saham dalam 2,25 juta kali transaksi, mencerminkan tingginya tekanan jual sejak awal sesi. Pelemahan IHSG didominasi oleh aksi jual pada saham-saham unggulan, terutama sektor perbankan yang sehari sebelumnya juga menjadi sasaran jual investor asing. Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan saham BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS dan BUMI menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, di tengah pelemahan indeks tersebut, investor asing turut membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Bagaimana cara kerjanya?
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp6,54 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,89 triliun dan foreign sell Rp3,65 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai mencapai Rp386,06 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai Rp142,89 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp123,37 miliar. investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp113,07 miliar, PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp55,68 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp43,90 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp43,49 miliar. Tekanan jual juga terlihat pada PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp30,17 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp26,34 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp25,73 miliar.
Tekanan juga dipengaruhi sentimen global yang semakin memburuk. Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek perdagangan global. Di saat bersamaan, konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent melonjak hingga US$100,69 per barel, level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global akan kembali menguat dan memperbesar peluang bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kombinasi tekanan eksternal dan berlanjutnya aksi jual pada saham-saham perbankan membuat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, sehingga IHSG menjadi salah satu indeks yang mengalami tekanan cukup dalam pada awal perdagangan hari ini.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG dan Rupiah Menguat, Kepastian Posisi Menkeu Purbaya Dinilai Jadi Faktor Utamanya | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Menguat 4,8 Persen di Sesi Pertama | Equityworld EWF Medan
- → Menkeu Purbaya Bawa Doa Pertumbuhan Ekonomi Saat Naik Haji | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
