0 0
Read Time:3 Minute, 29 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Rosan Bongkar Alasan IHSG-Rupiah Ngebut: It’s Time to Buy | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan alasan di balik penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi adalah berubahnya persepsi investor global terhadap Indonesia setelah berbagai kebijakan pemerintah dan rangkaian roadshow yang dilakukan Danantara ke sejumlah pusat keuangan dunia. Rosan mengatakan penguatan pasar saham dan rupiah yang terjadi belakangan ini tidak terjadi begitu saja.

Menurutnya, terdapat sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah dan otoritas ekonomi yang berhasil memperbaiki sentimen pasar. “Kalau kita lihat beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun rupiah mengalami penguatan relatif cepat juga. Dan kita ketahui percepatan ini atau penguatan pasar modal dan rupiah tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa,” kata Rosan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/6/2026). Ia menjelaskan, Danantara baru saja menyelesaikan roadshow ke Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York untuk bertemu dengan investor global.

Apa manfaatnya?

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Danantara berdiskusi dengan sekitar 122 investor internasional, termasuk investor yang juga aktif berinvestasi di pasar modal Indonesia. Menurut Rosan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah serta strategi investasi Danantara di tengah kondisi pasar yang saat itu masih diliputi keraguan terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Pada saat mereka melihat bahwa apa yang dilakukan Danantara dan kebijakannya ini membalikkan momentum persepsi yang ada, persepsi yang mungkin mereka tadinya agak ragu terhadap ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita, tapi setelah mereka lihat Indonesia merespons dengan baik dan benar,” ujarnya. Rosan menilai selama ini tantangan yang dihadapi Indonesia lebih banyak terkait persepsi pasar dibandingkan fundamental ekonomi. Ia menegaskan kondisi ekonomi nasional dalam jangka menengah hingga panjang masih cukup kuat. “Kalau kami melihatnya selama ini lebih daripada persepsi.

Karena kalau kita lihat fundamental kita secara jangka menengah panjang juga sangat baik. Bagaimana kita membalikkan persepsi momentum spiral down ini untuk kembali ke atas,” katanya. Selain faktor persepsi, Rosan juga menilai koreksi tajam yang sempat terjadi di pasar saham Indonesia justru membuat valuasi sejumlah emiten menjadi semakin menarik bagi investor global.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *