0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Kenyataan Pahit untuk Pasar Minyak, Tak Akan Pulih Meski AS-Iran Damai | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar minyak global berpotensi menghadapi realitas baru pasca-perang Iran, di mana ekspor melalui Selat Hormuz diprediksi tidak akan pernah kembali ke tingkat normal. Kondisi ini dipicu oleh sikap pemilik kapal yang kini harus menimbang risiko pecahnya pertempuran secara tiba-tiba di kawasan Teluk Persia. Mengutip laporan CNBC International, sebagaimana dikutip Senin (1/6/2026), kapal komersial Barat kemungkinan besar akan ragu melintasi Selat Hormuz jika jalur tersebut tetap berada di bawah kendali de facto Iran.

Kekhawatiran ini diperparah oleh kewajiban koordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran yang berisiko melanggar sanksi Amerika Serikat (AS). Skenario kelam ini membawa dampak yang sangat sulit diprediksi mengingat peran vital Selat Hormuz dalam pasar energi global.

Bagaimana cara kerjanya?

Kebebasan navigasi di selat tersebut tidak pernah ditantang secara serius sampai akhirnya Iran menutup jalur laut tersebut sebagai respons terhadap perang yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Blokade Iran di Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah yang menekan AS untuk segera membuat kesepakatan seiring meningkatnya ancaman terhadap ekonomi global. Teheran tampaknya sengaja menggunakan pengaruh besar ini untuk memperkuat kendalinya atas selat tersebut dalam penyelesaian yang bertujuan mengakhiri perang.

Para pemimpin di Timur Tengah sendiri meyakini bahwa Iran saat ini telah berhasil mengambil alih kendali penuh atas Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan oleh Amos Hochstein, yang pernah menjabat sebagai penasihat senior bidang energi dan keamanan nasional untuk mantan Presiden AS Joe Biden. “Tidak peduli apa pun yang terjadi, Iran akan mengendalikan Selat Hormuz dalam waktu dekat. Bahkan tidak penting lagi apa isi dari kesepakatan tersebut.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *