Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Equityworld EWF Medan | 4 Tersangka Diciduk Kasus Goreng Saham SWAT, Ini Namanya-Ada Bos Besar. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyerahkan satu tersangka berinisiasl SAS dalam perkara dugaan manipulasi traksaksi saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) pada Kejaksaan Negeri Boyolali, Jawa Tengah. Penyerahan dilakukan pada 28 Januari 2026 sebagai bagian dari proses hukum tahap lanjutan.
SAS merupakan Direktur Utama PT Sriwahana Adityakarta Tbk, yang masuk dalam deretan tersangka lainnya yang sudah ditetapkan. Sebelumnya pada (13/1/2026), OJK telah melaksanakan Tahap II berupa penyerahan tiga orang tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Boyolali. Dengan demikian total empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga melobatkan praktik “goreng saham” tersebut. Nama – Nama Tersangka yang ditetapkan OJK berdasarkan hasil penyidikan : 1.
SAS, Direktur Utama SWAT2. CKN, General Manager PT Sri Rejeki Iman Tbk3. SB, Pegawai bagian keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk4. H, seorang wirausaha Perkara ini berkaitan dengan dugaan manipulasi transaksi atau pembentukan harga semu saham SWAT yang terjadi pada periode Juni hingga Juli 2018, di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam perkara ini, para tersangka diduga bersekongkol melakukan transaksi saham SWAT dengan menggunakan rekening efek pihak nominee melalui sembilan perusahaan efek, sehingga menciptakan gambaran semu mengenai harga saham SWAT dan memengaruhi keputusan investasi masyarakat.
Apa manfaatnya?
Berdasarkan hasil penyidikan, Penyidik OJK telah menetapkan empat orang tersangka, yaitu SAS selaku Direktur Utama SWAT, CKN, dan SB masing-masing selaku General Manager dan pegawai bagian keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk, serta H selaku wirausaha. Penyerahan para tersangka kepada penuntut umum dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan proses hukum masing-masing perkara.
Modus operandi dalam perkara ini dilakukan dengan merekayasa pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) SWAT melalui penggunaan rekening efek dan rekening bank pihak nominee, termasuk nominee dari pegawai dan perusahaan cangkang. Rekening-rekening tersebut dikendalikan oleh para tersangka sebagai beneficial owner dan digunakan untuk memperoleh penjatahan saham serta melakukan transaksi di pasar sekunder.
Transaksi melalui rekening efek pihak nominee tersebut mengakibatkan pertemuan transaksi sebanyak 60.121 kali atau sekitar 10,0 persen, dengan volume transaksi mencapai 639.778.200 saham atau 14,7 persen, serta nilai transaksi sebesar Rp 230.892.423.600 atau 13,3 persen.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Trump Pakai Batu Bara Untuk Operasi Militer, Harga Langsung Terbang?
- → Laba 2025 Melampaui Estimasi, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik ke Rp 1.800
- → Equityworld EWF Medan | Target Ekonomi 2026 Tembus 6%, Prabowo-Purbaya Optimistis
