0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Rekomendasi Saham Hari Ini: AADI hingga IRSX | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,28% ke level 5.886,03 pada perdagangan Kamis (11/6). Penguatan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penopang utama indeks, sementara tekanan terbesar berasal dari saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp261,60 miliar di pasar reguler dan Rp252,65 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, enam dari sebelas sektor berakhir di zona merah, dengan sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,27%, sedangkan sektor keuangan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,36%. Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones naik 1,86% ke level 50.848, diikuti S&P 500 yang menguat 1,75% menjadi 7.394 dan Nasdaq yang melonjak 2,54% ke posisi 25.809.

Pelaku pasar pada perdagangan hari ini mencermati perkembangan demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga BBM serta tuntutan efisiensi pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Sentimen tersebut berpotensi membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset domestik di tengah tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah. Sementara itu, ETF EIDO bergerak stabil dan MSCI Indonesia menguat 0,60%.

Bagaimana cara kerjanya?

PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026 setelah membukukan pendapatan Rp4,11 triliun pada 2025. Untuk mendukung target tersebut, perseroan membangun gudang pusat terintegrasi baru di Bintara, Bekasi, dengan kapasitas sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan fasilitas saat ini. Perseroan mengalokasikan investasi sekitar Rp100 miliar yang seluruhnya berasal dari dana internal.

Fasilitas central warehouse tersebut dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Juli 2026. Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV melalui penerbitan 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham. Apabila terserap seluruhnya, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp4,12 triliun.

Sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut, yakni sekitar 96,59%, akan digunakan untuk penyertaan modal pada entitas anak, sedangkan sisanya dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *