Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206 | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta,CNCB Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026), melanjutkan rebound usai pekan lalu sempat tertekan cukup dalam. IHSG pada akhir sesi kedua naik 44,30 poin atau 0,72% ke posisi 6.206,35. Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp 16,88 triliun dengan volume 27,60 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor finansial, industri dan properti. Adapun sektor yang melemah hari ini adalah infrastruktur, energi dan barang baku. Tiga Bank raksasa RI menjadi penggerak utama kinerja IHGS yakni BBRI, BBCA dan BMRI. Emiten lain yang ikut menjadi penggerak IHSG termasuk ASII dan AMMN.
Penguatan IHSG terjadi setelah pada perdagangan akhir pekan lalu indeks berhasil rebound 1,1% ke level 6.162,04 usai sebelumnya mengalami tekanan beruntun. Perdagangan pekan ini akan berlangsung pendek karena ada libur Idul Adha pada Rabu dan Kamis (27-28 Mei 2026). Mengingat pendeknya perdagangan, pelaku pasar mesti mencermati sejumlah sentimen pekan ini.
Kenapa ini penting?
Sentimen luar negeri masih akan berfokus pada perkembangan perang Iran yang akan memasuki bulan ke empat. Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Tapi kedua negara masih berselisih soal stok uranium Iran dan rencana pungutan biaya kapal di jalur strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “tanda positif” menuju kesepakatan, tetapi menegaskan AS menolak sistem pungutan di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga menegaskan jalur itu harus tetap terbuka dan bebas untuk pelayaran internasional.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Berpotensi Naik Pekan Depan, Ini Analisisnya | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Ancaman Eskalasi Perang Memanas, Harga Minyak Sentuh US$111 per Barel | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN | Equityworld EWF Medan
