Equityworld Futures Medan – Menyoroti Airlangga Beberkan Histori Depresiasi Rupiah dari Krisis ke Krisis | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan histori pergerakan rupiah dari tahun ke tahun, yang telah melewati berbagai krisis. Airlangga menyebut dari tahun 2004 hingga 2014, rupiah terdepresiasi 40%. Hal itu tidak terlepas dari inflasi 17% yang terjadi pada tahun 2005, lantaran kenaikan harga minyak hingga 140 dolar AS per barrel. “Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40% dalam 10 tahun.
Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005, 17% karena harga minyak naik ke 140 dolar per barrel,” papar Airlangga dalam sambutannya di Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). Sedangkan di periode 2014-2024, Airlangga mengatakan mata uang garuda terdepresiasi 30,6% dengan inflasi 3%. Hal ini mencerminkan perbedaan kondisi hari ini, di mana saat ini pelemahan rupiah dan inflasi masih terjaga dalam batas yang wajar. “Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4% dan depresiasi rupiah 5%,” pungkas Airlangga.
Ia juga menyebut pentingnya menyoroti konteks secara luas. Airlangga menyebut kinerja industri perbankan dan kinerja korporasi solid. “Jadi harus dilihat secara konteks. Perbankan kita hari ini solid, kemudian dari segi korporat juga seluruhnya solid.
Bagaimana cara kerjanya?
Jadi seperti yang saya selalu sampaikan ekonomi kita masih kuat,” ucap Airlangga. Kondisi ini memberikan momentum bagi perekonomian Indonesia untuk bertumbuh menuju 8%. Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi perlu didukung oleh perekonomian daerah. “Nah 8% ini daerah harus terus mendorong karena pusat itu agregat daerah.
Jadi kalau daerahnya di bawah nasional tentu dia akan menjadi bandul ke bawah,” paparnya. Ia menyebut beberapa daerah berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi tinggi akibat kebijakan downstreaming atau hilirisasi dari pemerintah. “Kita lihat Maluku Utara tumbuhnya jauh dari nasional yaitu hampir 19%.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Anggota DPR Ingatkan Gelombang PHK jadi Ancaman Nyata Perekonomian di Desa | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Gubernur BI: Ruang Menurunkan Suku Bunga Semakin Tertutup | Equityworld EWF Medan
- → Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Rebound | Equityworld EWF Medan
