Equityworld Futures Medan – Harga Minyak Menguat, Pasar Masih Dibayangi Konflik AS-Iran | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga minyak dunia bergerak tipis menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026), tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan yang cukup solid. Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 10.00 WIB, harga minyak Brent kontrak September (LCOc1) berada di US$76,56 per barel, naik 0,34% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$76,30 per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus (CLc1) diperdagangkan di US$72,34 per barel, menguat 0,36% dari posisi sehari sebelumnya di US$72,08 per barel. Secara mingguan, reli minyak masih terjaga. Brent telah naik sekitar 6% dibandingkan awal pekan, sedangkan WTI menguat sekitar 5%. Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak sempat tertekan hingga mendekati US$72 per barel untuk Brent dan US$68 per barel untuk WTI pada awal Juli. // Pergerakan harga masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Reuters melaporkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk pada Kamis (9/7/2026).
Kenapa ini penting?
Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer AS terhadap wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Situasi semakin rumit karena insiden tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang baru berlangsung sekitar tiga pekan. Media Iran juga melaporkan sejumlah ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di Bushehr yang menjadi lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Konflik yang belum sepenuhnya mereda ikut menunda pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Jalur pelayaran ini merupakan salah satu titik paling vital bagi pasar energi global. Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia dikirim melalui selat tersebut. Setiap gangguan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran mengenai keamanan pasokan energi global.
Meski demikian, pasar memperoleh sedikit ketenangan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump tidak menyerang infrastruktur energi Iran. Analis komoditas senior ANZ, Daniel Hynes, mengatakan keputusan tersebut mengurangi kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak secara besar-besaran.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Kredit Bank Mandiri Tumbuh 17,4%, Fokus ke Ekonomi Riil dan Padat Karya | Equityworld EWF Medan
- → IHSG ke Level 6.100-an, Danantara-Purbaya Beri Pesan Ini ke Investor | Equityworld EWF Medan
- → Plastik Dilarang dan Mahal, Emiten RI Ini Malah Diuntungkan | Equityworld EWF Medan
