Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: IHSG ke Level 6.100-an, Danantara-Purbaya Beri Pesan Ini ke Investor | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir buka suara ihwal amblesnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini hingga bergerak di level sekitar 6.100-an setelah sebelumnya sempat ambles lebih dari 2% Pandu mengakui, salah satu faktor pendorong tertekannya IHSG pagi ini tak terlepas dari sentimen investor terhadap pembentukan BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia alias PT DSI. Para investor kata dia masih meraba-raba tentang detail kehadiran PT DSI yang jadwalnya akan resmi beroperasi per Juni 2026. “Kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga pengen tau hasilnya,” kata Pandu di kawasan kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pandu memberikan pesan khusus kepada para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pemerintah tidak akan abai terhadap kepentingan para pelaku pasar yang terkait dengan aktivitas ekspor. Menurutnya, badan itu akan beroperasi sesuai kebutuhan pasar. “Insya Allah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, marketnya penting, optimis secepatnya,” tegas Pandu.
Kenapa ini penting?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga telah buka suara ihwal ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Kamis (21/5/2026). Jatuhnya IHSG sebesar 2% itu dikait-kaitkan publik seiring hadirnya BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI). Menurut Purbaya, sebetulnya masalah itu lebih disebabkan ketidaktahuan pelaku pasar saham terkait manfaat sebetulnya dari BUMN khusus ekspor yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto. “Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan pasar kan kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kemenko Perekonomian, Jakarta Kamis (21/5/2026).
Purbaya mengatakan, ketika para pelaku pasar mengetahui manfaat sebenarnya dari kehadiran BUMN ekspor itu, seharusnya IHSG justru akan berbalik kencang dalam waktu dekat. “Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik,” tegas Purbaya. Ia pun menjelaskan, potensi IHSG naik kencang disebabkan kehadiran badan ekspor akan membuat pendapatan perusahaan di Indonesia tumbuh kencang, demikian juga penerimaan negara, karena praktik culas seperti underinvoicing bisa tertutup. “Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya Badan Ekspor itu. Jadi tadinya yang banyak uangnya dimain-mainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni,” tegas Purbaya. Ketika pendapatan riil dari perusahaan eksportir mampu naik pesat, Purbaya meyakini maka tentunya perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan menikmati efek rambatannya. “Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan ya.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Lima Risiko akibat Konflik Israel-Iran bagi Perekonomian | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Saham Raksasa Bank AS Ambruk, Bos JP Morgan Buka Suara
- → FTSE Russell akan Hapus Saham RI dengan Kepemilikan Tinggi | Equityworld EWF Medan
