Equityworld Futures Medan – Equityworld EWF Medan | Saham Raksasa Bank AS Ambruk, Bos JP Morgan Buka Suara. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon mengatakan kekhawatiran investor tentang kecerdasan buatan (AI) yang menghantam saham perusahaan pada hari Senin terlalu berlebihan. Ia mengatakan bank terbesar di Amerika itu akan menggunakan teknologi tersebut untuk keuntungannya. “Menurut saya, kita akan menjadi pemenang,” kata Dimon sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal, dikutip Selasa (24/2/2026). Dimon, yang mengenakan gips di tangan kirinya setelah menjalani perawatan radang sendi dan taji tulang, melanjutkan bahwa JP Morgan selalu memiliki strategi untuk menggunakan teknologi untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik bagi pelanggan.
Adapun JPMorgan termasuk di antara sejumlah perusahaan jasa keuangan yang mengalami penurunan tajam pada hari Senin karena kekhawatiran tentang dampak kecerdasan buatan pada model bisnis mereka. Pada hari Minggu, Citrini Research menerbitkan laporan yang banyak dibaca, yang berhipotesis tentang bagaimana AI dapat mengubah perekonomian, termasuk pembayaran sehari-hari, yang menyeret turun saham perusahaan yang menghasilkan uang dari pemrosesan pembayaran tersebut.
Tercatat saham American Express turun sekitar 7% pada hari Senin, sementara JPMorgan, Citigroup, dan Morgan Stanley semuanya turun lebih dari 4%. Saham Mastercard turun hampir 6%, dan Visa turun lebih dari 4%. Dimon mengakui bahwa ada semakin banyak pesaing fintech yang mengalahkan JPMorgan dalam bisnis-bisnis penting. “Ada banyak sekali perusahaan pembayaran: Chime, Revolut, PayPal, Stripe,” katanya. “Kami kalah telak di beberapa bagian. Kami dikalahkan dengan telak.
Kenapa ini penting?
Kami juga harus bersaing di level itu. Kami tidak bisa hanya berpura-pura tidak tahu.” Bank-bank seperti JPMorgan telah memperhitungkan meningkatnya popularitas stablecoin, yang mengancam peran tradisional yang telah mereka mainkan dalam menengahi pembayaran antar pelanggan di seluruh dunia. Kepala keuangan JPMorgan mengatakan bahwa di tengah persaingan yang lebih ketat, bank tersebut berencana untuk menghabiskan US$20 miliar tahun ini untuk teknologi, naik US$2 miliar dari tahun sebelumnya. Beberapa investor telah mempertanyakan manfaat apa yang telah diperoleh JPMorgan dari investasi besar-besaran tersebut. “Investor mencari lebih banyak transparansi dan akuntabilitas dalam pengeluaran teknologinya,” kata Mike Mayo, analis di Wells Fargo.
Ia menambahkan bahwa JPMorgan perlu menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin menjadi penerima manfaat daripada korban dari kecerdasan buatan (AI). Meskipun badai salju dahsyat mengguncang wilayah Tri-State, Dimon dan para bawahannya tetap melanjutkan rencana untuk berkumpul dengan para investor di kantor pusat baru JPMorgan di 270 Park Ave.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Lanjutkan Koreksi, Turun 0,57% ke Level 8.218
- → Equityworld EWF Medan | Laba WOMF Finance (WOMF) Anjlok 45% Jadi Rp142 M pada 2025
- → Equityworld EWF Medan | Warga RI Doyan Makan, Ekonomi Jalan Tapi Ancaman Ini Mengintai
