Equityworld Futures Medan – Update pasar: Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Rebound | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Meski investor asing masih mencatatkan jual bersih (net foreign sell) Rp210 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (5/3/2026), sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi beli bersih (net foreign buy). Berdasarkan data perdagangan, aliran dana asing paling besar masuk ke saham perbankan berkapitalisasi jumbo hingga emiten sektor energi dan komoditas. Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi emiten dengan net foreign buy terbesar, yakni mencapai sekitar Rp148,2 miliar.
Di posisi kedua terdapat saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan net foreign buy Rp90,8 miliar dari total transaksi Rp339,4 miliar. Sementara itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menempati posisi ketiga dengan net foreign buy Rp81,6 miliar. Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: Masuknya dana asing ke sejumlah saham tersebut terjadi di tengah rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 133,48 poin atau 1,76% ke level 7.710,54. Pada perdagangan tersebut, 625 saham menguat, 134 saham melemah, dan 199 saham stagnan.
Tapi nilai transaksi tercatat Rp17,43 triliun, lebih rendah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang mencapai Rp29,59 triliun. Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan nilai beli Rp5,87 triliun dan nilai jual Rp6,08 triliun, sehingga secara agregat masih menghasilkan net sell Rp210 miliar di pasar saham domestik.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp 16.892 per Dolar AS | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Pesta! Saham CPO Beterbangan Jelang Tanda Tangan Tarif Prabowo-Trump
- → Equityworld EWF Medan | 5 Cara Beli Saham Amerika Serikat dari Indonesia untuk Pemula 2026
