Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Tanpa Sokongan MSCI dan FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026 | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten yang tergabung dalam konglomerasi bisnis Grup Barito milik Prajogo Pangestu kompak melemah signifikan sepanjang tahun 2026. Pelemahan ini utamanya dikarenakan aturan lebih ketat yang diterapkan oleh penyedia indeks global hingga dikeluarkannya saham-saham miliknya dari indeks bergengsi global milik MSCI dan FTSE. Pada awal perdagangan sesi kedua hari ini, Senin (18/5/2026), tercatat hanya saham Barito Renewables Energy (BREN) yang menguat dengan sisanya bergerak di zona merah. Bahkan saham BREN sendiri pada sesi pertama tercatat sempat melemah signifikan sebelum balik memantul di sesi kedua.
Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) tercatat menjadi yang terkoreksi paling dalam dan tercatat turun 14,88% atau menyentuh batas auto rejection bawah ke level Rp 3.660 per saham. Lalu diikuti saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang turun nyaris 10% ke Rp 770 per saham, Chandra Daya Investasi (CDIA) turun nyaris 8% ke Rp 930 per saham, Petrosea (PTRO) turun 3% ke Rp 4.870 per saham dan Barito Pacific (BRPT) yang turun 3% ke Rp 2.020 per saham. Penurunan signifikan saham-saham konglomerasi Prajogo diketahui telah terjadi sejak awal tahun ini, setelah MSCI menyalakan alarm terkait kondisi pasar modal RI yang dianggap tidak transparan dengan sejumlah saham yang masuk indeks MSCI ternyata dimiliki oleh segelintir orang, sehingga membuat transaksi tersebut tidak likuid. Secara spesifik saham CUAN sepanjang tahun 2026 telah ambruk 66,48%, diikuti saham BREN tumbang 65,88%, PTRO -55,51%, TPIA -47,71%, CDIA -43,41% dan BRPT -37,92%.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Trump Siagakan Militer AS di Sekitar Iran, Langsung Bombardir Jika Kesepakatan Gagal | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Mode Waswas, Pantau Rekomendasi Saham Minyak Ini | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Melemah 5,91 Persen Pekan Ini | Equityworld EWF Medan
