0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Bos BI Ungkap Dua Sisi Perang AS vs Iran Buat Ekonomi | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan perang Iran versus Israel dan Amerika Serikat (AS) memiliki dua sisi analisa. Misalnya saja dari sisi harga komoditas, dampak langsung yang dirasakan dari konflik ini adalah gangguan distribusi minyak dunia. Meski pangsa produksi Iran hanya 5%, Selat Hormuz memegang 20% dari distribusi minyak global.

Gangguan di Selat Hormuz pun membuat harga minyak dunia melonjak, dan masih belum ada kesepakatan. Di sisi lain, secara tidak langsung harga komoditas lain pun terkerek naik, seperti emas, batu bara, CPO, dan alumunium. “Batu bara bisa naik karena mempersiapkan alternatif energi, CPO juga naik. Secara indirecet impact cukup bagus ke Indonesia, karena kita punya batu bara, CPO, dan emas,” ujar Destry dalam Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). “Dampaknya ada dua sisi harga minyak naik, tapi komoditi ekspor juga meningkat,” lanjutnya.

Bagaimana cara kerjanya?

Kemudian dari sisi perdagangan, kontribusi Iran terhadap PDB global hanya 1%, dan eskpor-impor globalnya di bawah 1%. Tapi gangguan di Selat Hormuz membuat disrupsi di UEA dan Arab, dan membuat efek tidak langsung pada negera lain seperti China, Irak, Turki, dan India yang menjadi pusat produksi global. Akibatnya ada kenaikan biaya logistik dan pengapalan, yang berdampak pada rantai pasok global. “Kesimpulannya harga komoditas global naik, emas, coal, nikel, pertanian juga naik. Yang terbaru plastik karena ada supply chain, ujungnya ada penurunan produksi,” kata Destry.

Dia menjabarkan Indonesia sendiri menurutnya memiliki momentum pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga. Di kuartal I-2026 ekonomi Indonesia diperkirakan masih di kisaran 5%, dengan proyeksi 5,2% yang masih cukup kuat. “Kita jaga sinergi kebijakan dengan sektor riil.

Bapak presiden menyampaikan kita harus punya daya tahan energi,” ujarnya. Dia memaparkan, Presiden Prabowo telah memberikan pesan terkait daya tahan negara, dari sisi pangan, energi, dan keamanan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *