Equityworld Futures Medan – Update pasar: BI Beberkan Penyebab Inflasi RI Tinggi di Awal Tahun | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penyebab inflasi meningkat pada awal tahun ini. Seperti diketahui, inflasi pada bulan Februari dan Maret 2026 mencapai level yang cukup tinggi, yakni masing-masing 4,76% dan 3,48% secara tahunan (year on year/yoy).
Destry mengakui bahwa tingkat inflasi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk ekonom. Ekonom, kata Destry, melihat inflasi sebagai penyakit yang harus diperhatikan. Pasalnya, inflasi memicu banyak penyakit ekonomi a.l. menyebabkan daya beli berkurang, memicu biaya ekonomi tinggi hingga menghambat pertumbuhan ekonomi. “Inflasi memang 2 bulan kemarin inflasi tinggi di atas 4% tapi ada pengaruh 2 bulan tahun lalu ada subsidi pemerintah.
Pemerintah tahun ini subsidi listrik ditiadakan sehingga inflasi naik karena base rendah,” papar Destry dalam Central Banking Forum 2026 dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). Saat ini, BI melihat inflasi mulai turun. Pada Maret 2026, inflasi inti bahkan relatif stabil. Destry meyakini kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas ekonomi Indonesia masih luas.
Bagaimana cara kerjanya?
Sementara itu, dia mengakui bahwa inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food memberikan kontribusi yang besar kepada inflasi Tanah Air. Tapi sinergi BI dan pemerintah melalui gerakan pengendalian harga pangan RI berhasil menekan inflasi volatile food. “Maka inflasi pangan mengalami turun dan tren di mana keseluruhan tren penurunan di Maret. Ini masuk koridor inflasi BI 2,5% plus minus 1%,” kata Destry.
Destry mengakui bahwa kebijakan pemerintah dalam mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite bisa berimplikasi positif terhadap penguatan kurs rupiah.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Analis: IHSG Kehilangan Momentum, Berpotensi Terjun ke Level 7.140 | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Bandar Kelelahan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas yang Bikin Deg-Degan
- → Purbaya Bicara BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Melonjak | Equityworld EWF Medan
