Equityworld Futures Medan – 5 Periode Paling Kritis IHSG: Dari Titik Terlemah hingga Bangkit Lagi | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menghadapi tekanan jual akibat sentimen geopolitik global. Untuk memberikan perspektif yang terukur terkait kondisi pasar saat ini, investor dapat meninjau kembali riwayat drawdown atau penurunan dari titik puncak ke titik terendah yang pernah terjadi di bursa saham domestik. CNBC Indonesia mencoba mengurai titik-titik kritis IHSG dalam enam tahun terakhir untuk memberi gambaran apa yang terjadi dalam perdagangan bursa saham Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan sejak tahun 2019, terdapat lima fase koreksi di masa lalu yang dipicu oleh berbagai sentimen makroekonomi dan geopolitik, sebelum indeks akhirnya berhasil menemukan titik keseimbangan baru (pivot). Berikut adalah rincian dari kelima siklus historis tersebut. // 1. Krisis Pandemi COVID-19 (2019 – 2020) Fase ini merupakan koreksi terdalam dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh berhentinya aktivitas ekonomi global akibat pandemi hingga banyak PDB di dunia mengalami penurunan hingga resesi akibat perubahan gaya hidup melalui tatap muka daring akibat ketakutan masyarakat terpapar virus Covid-19. 2.
Kenapa ini penting?
Penyesuaian Pasca-Reli Komoditas Era Rusia-Ukraina (April – Mei 2022)Koreksi jangka pendek yang terjadi sebagai bentuk penyesuaian pasar setelah IHSG sempat mencatatkan reli panjang yang didorong oleh lonjakan harga komoditas global walaupun setelah ini masih mengalami kenaikan lanjutan akibat kenaikan harga komoditas global yang juga meningkat terutama batubara. // 3. Siklus Pengetatan Suku Bunga Global (September 2022 – Maret 2023) Penurunan bertahap yang didorong oleh kebijakan agresif bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan tingkat inflasi yang tinggi hingga di angka 9,1% pada puncaknya di bulan Juni 2022 akibat perang dan juga kebijakan QE oleh The Fed pada saat pandemi. // 4. Antisipasi Kebijakan Moneter dan Transisi Domestik (Maret – Juni 2024)Tekanan jual menengah yang dipicu oleh narasi suku bunga tinggi yang tertahan lebih lama (higher for longer), bersamaan dengan kehati-hatian investor dalam menyikapi masa transisi pemerintahan di Indonesia hal ini memicu, pelemahan signifikan terhadap Rupiah dan didorong oleh penerapan FCA serta kasus Evergrande di China. 5.
Efek Kebijakan Tarif Pasca-Pemilu AS (Oktober 2024 – April 2025) Kemenangan Donald Trump dan antisipasi implementasi kebijakan tarif perdagangan proteksionis memberikan sentimen negatif pada negara berkembang, membawa IHSG masuk ke dalam siklus bear market hingga akhirnya pada lebaran tahun 2025, Trump mengumumkan adanya tarif kepada negara-negara yang dikenal sebagai “Liberation Day”. Kinerja IHSG Terkini: Penurunan Akibat MSCI Hingga Eskalasi Geopolitik Di luar kelima siklus historis di atas, IHSG saat ini tengah berada dalam fase penurunan baru yang didominasi oleh MSCI pada 28 Januari 2026. Walaupun sudah mengalami rebound dan mendapatkan inflow, eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis . Kekhawatiran akan disrupsi rantai pasok energi memicu penghindaran risiko massal di pasar saham global baik dari S&P500, SSE, Nikkei, Kospi, Stoxx, UKX, dan beberapa indeks bursa saham lainnya.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rahayu Saraswati Jual 48,97 Juta saham TRIN | Equityworld EWF Medan
- → Profil Sultan Subang, Tersangka Goreng Saham BEBS Bikin Rugi Rp14,5 T | Equityworld EWF Medan
