0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Bisnis Batu Bara dan Mobil Lesu, Laba Astra (ASII) Turun 2% Tahun 2025 | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp32,77 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan itu turun 2% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama setahun sebelumnya sebesar Rp33,90 triliun. Tercatat, pendapatan bersih konsolidasian Grup pada tahun 2025 adalah sebesar Rp323,4 triliun, 2% lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta bisnis mobil baru, yang diimbangi oleh kinerja yang lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan bisnis sepeda motor. “Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Tapi kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar Djony dalam keterangan resminya, Jumat (27/2/2026). Menilik laporan keuangannya, laba bersih berdasarkan divisi masih paling banyak ditopang oleh otomotif dan mobilitas sebesar Rp11,36 triliun.

Kenapa ini penting?

Tapi begitu, torehan itu menurun tipis dari laba setahun sebelumnya sebesar Rp11,40 triliun. Laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi & energi menurun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan kinerja bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara diimbangi sebagian oleh kinerja yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas. laba bersih divisi jasa keuangan Grup Astra meningkat 9% menjadi Rp8,95 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat.

Divisi infrastruktur Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp1,3 triliun, disebabkan oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas. Konsesi jalan tol Grup mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 8%.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *