Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Equityworld EWF Medan | The Fed Sudah Buka Kartu, Kini Giliran BI Tentukan Nasib Pasar. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan pasar keuangan cenderung mixed pada perdagangan kemarin Rabu (18/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat, tetapi rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan obligasi RI masih dijual investor. Pasar keuangan Indonesia diharapkan kompak menguat pada hari ini.
Selengkapnya mengenai proyeksi pergerakan pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel in. IHSG pada perdagangan kemarin Rabu berakhir menguat 1,19% atau 97,96 poin ke level 8.310,23.
Sebanyak 475 saham naik, 228 saham turun, dan 255 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 23,53 triliun, melibatkan 47,57 miliar saham dalam 3,09 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.047 triliun pada akhir perdagangan kemarin. // Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) mencatat nilai transaksi terbesar kemarin mencapai Rp 6,09 triliun.
Apa manfaatnya?
BUMI menyumbang 26% dari total transaksi perdagangan. Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas, industri, dan konsumer non-primer menjadi tiga sektor dengan penguatan terbesar, yakni masing-masing 3,14%, 2,975, dan 2,83%.
Emiten perbankan, pertambangan, hingga energi tercatat menjadi penggerak utama IHSG. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 13,59 indeks poin dan Barito Renewables Energy (BREN) 8,33 indeks poin. Kemudian menyusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,86 indeks poin, Bank Central Asia (BBCA) 7,11 indeks poin, dan Mora Telematika Indonesia (MORA) 6,81 indeks poin.
Lalu emiten-emiten tambang yang menjadi penyokong seperti Merdeka Gold Resources (EMAS), Merdeka Battery Materials (MBMA), dan RMK Energy (RMKE). Di sisi lain, pergerakan rupiah malah keok di hadapan dolar AS.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Dampak ke Pasar: Kebijakan The Fed berpengaruh terhadap aliran modal asing dan stabilitas rupiah. Kenaikan suku bunga The Fed cenderung mendorong penguatan dolar AS dan berpotensi menekan aset berisiko termasuk saham emerging market seperti Indonesia.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Cadev Dolar dan Emas China Kini Menumpuk, Tembus Rekor
- → Equityworld EWF Medan | Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325
- → Equityworld EWF Medan | Bapanas Susun Perpres tentang Penyelamatan Pangan, Ini Tujuannya
