Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Equityworld EWF Medan | Cadev Dolar dan Emas China Kini Menumpuk, Tembus Rekor. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Cadangan devisa (cadev) China kembali menembus rekor pada awal 2026, seiring aksi beli emas yang kian masif oleh bank sentralnya. Berdasarkan rilis dari lembaga moneter China (State Administration of Foreign Exchange/SAFE) untuk periode Januari 2026, posisi cadev China naik sebesar US$ 41,2 miliar menjadi US$ 3,4 triliun atau menjadi sekitar Rp57.103 triliun (asumsi kurs Rp16.795/US$1). Angka ini naik dibandingkan Desember 2025 yang sebesar US$ 3,358 triliun.
Kenaikan ini menjadi penguatan dalam tujuh bulan beruntun dan membawa level cadangan devisa China ke posisi tertinggi sejak November 2015. Salah satu penopang peningkatan ini pun berasal dari dolar AS yang cenderung melemah melawan yuan China. // Pada saat yang sama, bank sentral China juga melanjutkan akumulasi emas. Berdasarkan data per Januari 2026, nilai emas dalam cadangan China melonjak menjadi sekitar US$ 369,58 miliar, naik tajam dari US$ 319,45 miliar pada Desember 2025.
Bagaimana cara kerjanya?
Pergerakan emas ini juga sejalan dengan tren penguatan sepanjang 2025. Nilai emas dalam cadangan China naik konsisten dari sekitar US$ 206,53 miliar pada Januari 2025 menjadi US$ 319,45 miliar pada Desember 2025, sebelum melesat lagi ke US$ 369,58 miliar pada Januari 2026. Kenaikan yang semakin kencang di penghujung 2025 hingga awal 2026 mengindikasikan dua dorongan sekaligus, yakni penambahan kepemilikan dan efek valuasi dari kenaikan harga emas global.
Penambahan emas masih berlanjut di awal tahun yang sekaligus tercatat bahwa bank sentral China telah melakukan pembelian emas selama 15 bulan beruntun. Gambaran besarnya juga terlihat pada data World Gold Council (WCG) yang mencatat jumlah akumulasi emas oleh bank sentral China. // Total cadangan emas bank sentral China mencapai 2.306,3 ton pada 2025, naik sekitar 26,74 ton dibanding 2.279,56 ton pada 2024, atau setara sekitar 1,17% secara tahunan. Jika dibandingkan dengan periode 2000, jumlah cadangan emas bank sentral China melonjak dari 395,01 ton menjadi 2.306,3 ton pada 2025. Artinya, dalam 25 tahun cadangan emas China naik sekitar 1.911 ton atau setara kenaikan kurang lebih 484%. Tren jangka panjang ini menunjukkan strategi diversifikasi cadangan yang semakin kuat, dengan emas kian diposisikan sebagai aset lindung nilai dan penyeimbang ketika ketidakpastian di global meningkat.
Sementara itu, Special Drawing Rights (SDR) juga menunjukkan kenaikan yang stabil.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek
- → Video: Sentimen ini Bikin IHSG dan Rupiah Memerah Sambut Libur Panjang
- → Strategi Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen
