Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Equityworld EWF Medan | Grab Borong Saham SUPA Rp361 Miliar, Kepemilikan Naik Jadi 14,29%. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Grab kembali menyerok saham bank besutannya dengan Emtek, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) alias Superbank. Mengutip keterbukaan informasi, Grab melalui A5-DB Holdings Pte.
Ltd., tercatat melakukan transaksi pembelian sebanyak tiga kali bulan ini. Pertama pada tanggal 6 Februari 2026, A5-DB memborong 158.070.000 saham biasa SUPA dengan harga senilai Rp899 per saham. tanggal 18 Februari 2026, entitas itu memborong 79.000.000 saham bank digital itu dengan harga beli Rp1.100 per saham. Kemudian pada tanggal 23 Februari 2026, A5-DB lanjut memborong sebanyak 120.000.000 saham bank digital itu di harga Rp 1.100.
Bagaimana cara kerjanya?
Lantas, total saham SUPA yang diborong sebanyak 353.070.000 unit dengan estimasi total nilai Rp 361 miliar. Status kepemilikan langsung, dengan tujuan transaksi untuk investasi. Kepemilikan A5-DB di saham SUPA pun bertambah menjadi 4,82 miliar atau setara 14,29%. Sebelum transaksi tersebut, kepemilikannya sebanyak 4,48 miliar atau setara 13,23%. Adapun kepemilikan Superbank berada di bawah Grab melalui A5-DB Holdings Pte Ltd dan PT Kudo Teknologi Indonesia.
Grup Emtek melalui PT Elang Media Visitama, Singtel melalui Singtel Alpha Investment Pte Ltd, KakaoBank Corp, dan GXS Bank Pte. Sementara itu, saham SUPA dalam tren menguat.
Sepanjang lima hari perdagangan terakhir, SUPA naik 13,83%. Tapi belum berhasil kembali menyentuh harga tertinggi setelah IPO, yakni 1.230.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik
- → Equityworld EWF Medan | RAJA Buka Suara Soal Dampak Buyback Saham ke Free Float
- → Equityworld EWF Medan | Bank Mandiri Kantongi Laba Rp 4,65 T per Januari 2026, Naik 16,18%
