0 0
Read Time:2 Minute, 41 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Equityworld EWF Medan | Bank Mandiri Kantongi Laba Rp 4,65 T per Januari 2026, Naik 16,18%. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengantongi laba bersih Rp 4,65 triliun per Januari 2026. Capaian ini naik 16,18% secara tahunan (yoy).

Hal tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 10,2% yoy. Kinerja tersebut turut ditopang penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF pada Januari 2026 terjaga pada level 2,06%. Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis.

Apa manfaatnya?

Fee dased income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1% yoy, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan. Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa kinerja awal tahun ini mencerminkan wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. “Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026). Sementara itu, Bank Mandiri menyalurkan kredit perseroan tumbuh 15,62% yoy menjadi Rp 1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp 2.191,9 triliun atau naik 13,96% yoy, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun. struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *