Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Asosiasi pelaku bullion nasional yang bernama Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk. Peresmian IBMA dilakukan di BSI Tower pada Kamis (20/8/2026). Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti menjelaskan bahwa IBMA terbentuk dari 11 perusahaan pendiri (founder).
Ia mengatakan peresmian hari ini mengusung tema ‘Uniting the Industry, Shaping Indonesia Bullion Market’. “Artinya adalah kami melihat bahwa ekosistem emas di sini tidak dibangun oleh satu pelaku, tapi dibangun oleh seluruh mata rantai yang terhubung, saling melengkapi, saling berkoordinasi yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu menguatkan ekosistem bullion di Indonesia,” tutur Selfie saat peresmian IBMA di BSI Tower, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, IBMA dibentuk sebagai wadah koordinasi pelaku ekosistem emas nasional dan mitra strategis pemerintah.
Apa manfaatnya?
Dalam hal ini, IBMA akan berperan sebagai jembatan antara pelaku industri, regulator, menampung aspirasi, wadah kolaborasi, dan tentunya memberikan masukan kepada regulator. Di sisi lain, regulator nantinya hadir untuk merumuskan aturan dan mengawal ekosistem ini sendiri sehingga bullion di Indonesia terus menguat dan berkelanjutan. Kesebelas 11 perusahaan pendiri yang mulai dari bidang pertambangan, kemudian jasa keuangan, refinery dan manufaktur, ritel, hingga sektor pendukung. Di sisi dewan pengawas, jabatan ketua diisi oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dengan anggota terdiri dari Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan, Direktur Amman Mineral Internasional Driya Amandita, Presiden Direktur UBS Gold Edi Yahya, dan Handi Irawan dari Laku Emas. Pada struktur pengurus, IBMA diketuai oleh Selfie Dewiyanti, dengan wakil ketua umum I Nursalam dari ICDX, wakil ketua umum II David Maksud dari BRINKS, wakil ketua umum III Minarni Tahu dari CMK, dan wakil ketua umum IV Sandra Sunanto dari Hartadinata Abadi.
Direktur BSI Anton Sukarna menjabat sebagai sekretaris jendral dan Kadek Eva Suputra dari Pegadaian menjabat sebagai wakil sekretaris. Endah Susiani dari G24 menjabat sebagai bendahara dan Jonathan Prayoga dari SKK menjabat sebagai wakil bendahara.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Di Tengah Konflik dan Krisis Ekonomi, Iran Naikkan Upah Minimum hingga 60 Persen | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Video: Bos BI Ungkap Sebab Dolar Tembus Rp 17.300 per Dolar AS | Equityworld EWF Medan
- → Respons Purbaya di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG | Equityworld EWF Medan
