0 0
Read Time:3 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Medan – BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) resmi merilis skema baru berupa fasilitas transaksi pasar valuta asing (valas) untuk kebutuhan lindung nilai (hedging) bagi investor global. Skema baru itu disebut dengan Vastra. Skema itu ditetapkan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Transaksi Pasar Valuta Asing untuk Lindung Nilai melalui Bank Mitra, yang telah beralku efektif sejak 23 Juli 2026.

Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono menjelaskan, skema ini dirancang untuk mempermudah investor global melakukan transaksi hedging tanpa harus berhadapan langsung dengan kendala akses pasar domestik maupun perbedaan zona waktu. “Transaksi lindung nilai pasar valas melalui bank mitra atau yang kami namakan Vastra. Vastra ini adalah instrumen hedging di mana kami membuka jalur untuk investor global dapat melakukan transaksi hedging dengan mudah melalui bank di luar negeri yang terhubung langsung dengan bank mitra di pasar domestik yang ditentukan BI,” kata Thomas dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (19/8/2026). Dengan catatan itu, Vastra pada dasarnya merupakan mekanisme lindung nilai atas eksposur aset investasi portofolio yang sudah dimiliki investor di Indonesia, bukan skema untuk melakukan investasi portofolio baru.

Karenanya, skema ini diperuntukkan bagi investor asing yang sudah memiliki aset investasi di pasar rupiah, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), atau Sukuk Bank Indonesia (SUVBI) dan terdaftar di BI dengan istilah Registered Global Investor (RGI). “Pada fase awal transaksi hedging ini akan didukung oleh portofolio investasi rupiah. Instrumen yang didukung saat ini SBN, SRBI, dan SUVBI, dan ke depannya akan terus kita perluas,” tegas Thomas. Dalam praktiknya, investor asing yang memiliki aset dalam denominasi rupiah menghadapi risiko perubahan nilai tukar ketika nantinya mengonversi nilai investasi tersebut ke mata uang asalnya. Kurs rupiah bisa berubah antara saat mereka masuk dan saat mereka keluar dari investasi tersebut. Ketika rupiah melemah terhadap mata uang asal investor, nilai investasi yang dikonversi kembali dapat berkurang sehingga sebagian atau seluruh keuntungan investasi dalam rupiah dapat tergerus oleh kerugian kurs Maka, dengan skema lindung nilai lewat melalui instrumen forward, domestic non-deliverable forward (DNDF), dan swap yang difasilitasi Vastra, investor bisa mengunci kurs transaksi valas untuk periode ke depan, sehingga nilai aset rupiah mereka lebih terlindungi dari gejolak nilai tukar. dengan skema Vastra yang membuka ruang bank transaksi secara back to back, antara bank di luar negeri tempat investor mengajukan transaksi dengan bank mitra di dalam negeri, masalah zona waktu juga bisa teratasi, terutama terkait waktu operasional layanan perbankan di Indonesia. “Skema Vastra diharapkan akan mengakomodasi keputusan transaksi hedging dari investor global tersebut, termasuk dalam menghadapi zona waktu dan keterbatasan akses langsung ke pasar domestik.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *