0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Asing Net Sell Rp371 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (19/8/2026). Pelemahan terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) anjlok signifikan usai memberikan klarifikasi terkait rumor aksi korporasi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG turun 38,63 poin atau 0,60% ke level 6.411,19.

IHSG dibuka di level 6.408,18 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.490 serta terendah 6.373. Total transaksi hari ini mencapai Rp7,35 triliun, melibatkan 21,43 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,31 juta kali transaksi.

Bagaimana cara kerjanya?

Sebanyak 233 saham menguat, 361 saham melemah, dan 191 saham stagnan. Salah satu penekan utama indeks datang dari saham BYAN yang ambles 6,95% ke level Rp16.075, setelah pada perdagangan sebelumnya justru melesat 19,97%.

Koreksi ini terjadi usai manajemen BYAN mengklarifikasi bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, seperti yang sempat beredar di pasar. Selain sentimen BYAN, pelaku pasar juga bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan hari ini, dengan konsensus memperkirakan BI Rate akan ditahan di level 5,75%. Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah terkait status Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp371,31 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,83 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,73 triliun dan foreign sell Rp2,10 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai mencapai Rp49,01 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) yang dilepas asing senilai Rp41,34 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp39,62 miliar. investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp35,45 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp28,19 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp27,95 miliar. Tekanan jual juga terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp25,08 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp24,79 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp22,95 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *