0 0
Read Time:2 Minute, 49 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Seluruh kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang saat ini berada di tangan konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia selaku Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. “Iya, betul, dialihkan, dihibahkan,” ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (18/8/2026). Menurut Dony, proses tersebut bukan berarti konsorsium PSBI langsung dibubarkan, melainkan kepemilikannya akan terlebih dahulu dialihkan hingga proses restrukturisasi KCIC selesai. “Dialihkan dulu prosesnya, ya kan. Yang penting selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang KCIC akan sepenuhnya diambil alih oleh pemerintah. Adapun, konsorsium ini terdiri dari PTPN III, PT KAI dan WIKA (Persero). Tapi Purbaya menegaskan konsorsium tidak akan dibubarkan dan investor China tetap akan menjadi pemegang saham. Dengan pengalihan tersebut, kepemilikan 60% saham KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun konsorsium PSBI. Sementara itu, 40% saham KCIC tetap dimiliki konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co.

Apa manfaatnya?

Ketika dialihkan ke Kementerian Keuangan, semua KCIC akan dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV). Tapi Purbaya tidak mengatakan apa SMV yang akan mengelola saham KCIC tersebut. “Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain.

Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ucap Purbaya. Purbaya pun menegaskan pemegang saham KCIC tidak berubah, yakni sekitar 60% saham dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China. “60% ke kita, sekitar 40%.

Ada yang lain, masih ada China di situ kan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *