0 0
Read Time:3 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Asing Net Sell Rp377 Miliar di Sesi I, Saham BBRI-ANTM Malah Diborong | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada perdagangan sesi I Jumat (14/8/2026), di tengah berlangsungnya pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. IHSG ditutup naik 35,42 poin atau 0,56% ke level 6.337,19 pada akhir sesi I, setelah pada perdagangan Kamis (13/8/2026) ditutup di level 6.301,77. Pergerakan indeks tercatat cukup volatil, sempat turun ke level terendah 6.267,41 sebelum berbalik menguat dan menyentuh level tertinggi 6.343,11. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, hingga akhir sesi I tercatat sebanyak 305 saham menguat, 315 saham melemah, dan 343 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,48 triliun dan volume perdagangan 17,04 miliar saham dalam 1,03 juta kali transaksi. Penguatan IHSG ditopang tujuh dari 11 sektor, dipimpin sektor barang baku yang naik 1,35%, sementara sektor keuangan justru melemah 0,21%.

Meski indeks menguat, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing justru tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp377,63 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,84 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,73 triliun dan foreign sell Rp2,11 triliun.

Apa manfaatnya?

Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai mencapai Rp213,13 miliar – jauh melampaui saham lainnya. Di posisi berikutnya terdapat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang dilepas asing senilai Rp67,61 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp55,57 miliar. investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp48,17 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Rp38,10 miliar – sejalan dengan saham BREN yang tercatat sebagai salah satu penekan utama IHSG hari ini – serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp34,78 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar Rp26,12 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp20,86 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp19,96 miliar. Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp43,65 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp33,13 miliar. asing juga memborong PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) sebesar Rp24,05 miliar – sejalan dengan saham VKTR yang menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG hari ini – serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp13,25 miliar dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp13,04 miliar.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *