Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: IHSG Turun 1,18% di Sesi 1, Asing Net Sell Rp1,18 Triliun | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (13/8/2026), di tengah tekanan pasar setelah hasil MSCI August 2026 Index Review diumumkan. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per perdagangan sesi I, investor asing mencatatkan foreign buy Rp1,78 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,96 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell Rp1,18 triliun.
Aksi jual asing tersebut sejalan dengan tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 6.298,34, melemah 1,18% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.373,85.
Apa manfaatnya?
Tekanan bahkan sempat membawa IHSG menyentuh level terendah 6.281,57, sebelum indeks sedikit memangkas pelemahan. Dari sisi saham, aksi jual asing terbesar justru tidak terkonsentrasi pada saham-saham yang baru saja dikeluarkan dari indeks MSCI. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp147,57 miliar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net sell Rp118,39 miliar dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp82 miliar.
Berikutnya terdapat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan net sell Rp79,16 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp64,41 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp54,89 miliar. Asing juga melepas saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp43,94 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp41,57 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp36,49 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp35,74 miliar. Di sisi lain, aksi beli asing relatif terbatas.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Jatuh dan Membeku Jelang Pengumuman Penting dari Amerika | Equityworld EWF Medan
- → Emiten Raffi-Nagita (RANS) Tepis Isu Cuci Uang | Equityworld EWF Medan
- → Video: Cadev Tergerus, Tapi Rupiah Masih Melemah di Rp17.000/Dolar AS | Equityworld EWF Medan
