0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Purbaya Pede PFII Bisa Tarik Investasi Asing Lebih dari Rp500 T | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mampu menarik investasi asing dalam jumlah besar ke Tanah Air. Bahkan, nilai investasi yang masuk, dia perkirakan bisa melampaui Rp500 triliun apabila insentif dan fasilitas yang ditawarkan mampu menarik minat investor global. “Kalau itu menarik dan berhasil mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun),” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa proyeksi investasi tersebut masih bersifat awal.

Perhitungan lebih rinci mengenai potensi investasi yang dapat dihimpun PFII nantinya akan dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang menyiapkan modal awal pengembangan kawasan tersebut. Purbaya juga memastikan pembentukan PFII tidak akan menimbulkan kerugian fiskal bagi negara, meskipun kawasan tersebut dirancang dengan berbagai insentif perpajakan untuk menarik investor asing.

Bagaimana cara kerjanya?

Menurut Purbaya, fasilitas seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) tidak dapat dikategorikan sebagai kehilangan potensi penerimaan negara karena aktivitas ekonomi yang difasilitasi PFII sebelumnya memang belum ada. “Kan sebelumnya enggak ada. Jadi enggak ada potensi loss. Kira-kira potensi loss-nya nol,” tegas Purbaya. Ia menjelaskan, konsep PFII dirancang sebagai pusat keuangan internasional yang diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi arus modal global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi di kawasan. Pemerintah saat ini tengah mematangkan berbagai aspek pembentukan PFII, mulai dari kelembagaan, lokasi, hingga paket insentif yang akan ditawarkan kepada pelaku usaha dan investor internasional.

Dengan dukungan modal awal dari Danantara dan berbagai fasilitas yang tengah disiapkan, pemerintah berharap PFII dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas basis investasi, memperdalam sektor keuangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *