Equityworld Futures Medan – Asing Net Sell Rp774 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (11/8/2026). IHSG tertekan dan sempat turun 1,15% pada awal perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada penutupan sesi I IHSG turun 55,50 poin atau 0,87% ke posisi 6.309,87, setelah dibuka di level 6.383,81. Sepanjang perdagangan sesi I, indeks bergerak di rentang 6.291,19-6.388,58.
Tekanan tercermin dari mayoritas saham yang bergerak turun: sebanyak 169 saham menguat, 488 saham melemah, dan 306 saham stagnan, dengan total volume perdagangan 20,04 miliar saham senilai Rp7,83 triliun dalam 1,21 juta kali transaksi. Seluruh sektor saham tercatat berada di zona merah, dipimpin sektor utilitas yang turun 1,38% dan finansial yang terkoreksi 1,14% Pelemahan indeks turut dibayangi eskalasi ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban perang sebagai syarat kesepakatan damai, yang berpotensi mempersulit pembukaan kembali Selat Hormuz.
Apa manfaatnya?
Harga minyak dunia pun melonjak sekitar 5% dengan WTI ditutup di US$82,13 per barel dan Brent US$87,72 per barel. Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, yaitu Rp774,89 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,13 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,68 triliun dan foreign sell Rp2,45 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai Rp131,35 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp87,19 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp81,23 miliar – sejalan dengan saham BBCA yang tercatat sebagai penekan utama IHSG hari ini. investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp72,75 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp32,53 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp30,35 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp30,00 miliar. Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bursa Saham Global Mulai Stabil, Kenapa IHSG Masih Terus Rontok? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → BEI: Fundamental Pasar Modal Tetap Kuat Meski IHSG Terkoreksi | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Terkapar ke 5.896 Sore Ini, 562 Saham Terbakar | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
