0 0
Read Time:2 Minute, 53 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Semangat Tinggalkan Dolar AS, RI Lebih Pilih Tarik Utang dari China | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Kementerian Keuangan untuk mendorong Panda Bond untuk menjadi pintu masuk investor lebih besar dan sebagai diversifikasi investasi selain dolar Amerika Serikat. Airlangga menilai kepercayaan investor terhadap Panda Bond sangat baik, tercermin dari rating AAA yang didapatkan dari lembaga pemeringkat di China. “Tentunya kita lihat dari Panda Bond, mereka memberikan kita triple A, kita harus bisa menarik lebih besar Panda Bond,” ujarnya di Hall Utama Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Senin (10/8/2026). “Pertama triple A, kedua trade kita dengan China itu US$150 miliar, kemudian kita punya bilateral swap arrangement itu US$50 bilion. Jadi kalau ini adalah momentum kita juga untuk diversifikasi daripada pinjaman,” sambung Airlangga. Menko Ekonomi mengatakan bahwa selain Panda Bond, Indonesia juga berpotensi menarik investor sekaligus diversifikasi aliran dana investor melalui Samurai Bond. “Jadi kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” imbuhnya. Adapun pemerintah Indonesia menerbitkan surat utang global berdenominasi valuta asing yuan atau Panda Bond pada 23 Juli n2026.

Total yang berhasil diraup adalah 7 miliar yuan atau US$ 1,033 miliar setara dengan Rp18,4 triliun (kurs Rp17.890/US$). Minat investor China terhadap surat utang Indonesia tersebut pun tinggi sejalan dengan peringkat AAA dari lembaga Lianhe Credit Rating. Ini dapat dibuktikan dari total order dari investor mencapai 17 miliar yuan atau 2,4 kali yang ditawarkan. Adapun Transaksi Panda Bond terdiri dari tenor 3 tahun sebesar 5,6 miliar yuan dan tenor 5 tahun 1,4 miliar yuan dengan kupon masing-masing 1,90% dan 2,19%.

Setelmen akan dilaksanakan tanggal 30 Juli 2026. Dana tersebut, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akan digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2026.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *