Equityworld Futures Medan – Menyoroti Asing Net Buy Rp393 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Senin (10/8/2026). IHSG sempat menguat pada awal perdagangan sebelum akhirnya masuk zona merah menjelang penutupan sesi pertama. Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup di level 6.378,40, turun 31,25 poin atau 0,49% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.409,65.
Padahal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.462,74 pada perdagangan pagi, sebelum tekanan jual membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah 6.372,92. Perdagangan sesi I berlangsung cukup ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,58 triliun dan volume perdagangan 31,98 miliar saham dalam 1,70 juta kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 287 saham menguat, 330 saham melemah, dan 346 saham stagnan. Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BMRI, BRPT, VKTR, dan AMMN, sementara SMMA, BBCA, MDKA, DSSA, dan GIAA menjadi penopang indeks.
Bagaimana cara kerjanya?
Meski indeks bergerak melemah pada sesi I hari ini, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tetap tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp393,71 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp6,25 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp3,32 triliun dan foreign sell Rp2,93 triliun. Perburuan asing terbesar tertuju pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai net buy mencapai Rp216,46 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) senilai Rp62,70 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp35,79 miliar. investor asing juga memborong PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) sebesar Rp30,20 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp28,38 miliar, serta PT Essa Industries Indonesia Tbk. (ESSA) Rp24,92 miliar. Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai mencapai Rp244,77 miliar.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Mengapa Harga Emas Tak Selalu Naik saat Terjadi Konflik | Equityworld EWF Medan
- → Usai Anjlok 3%, Harga Minyak Naik ke US$78,11 | Equityworld EWF Medan
- → 10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi, Tembus Miliaran Rupiah | Equityworld EWF Medan
