Equityworld Futures Medan – Asing Net Sell Rp65,81 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (5/8/2026), di tengah sentimen positif dari dalam negeri maupun pasar global setelah Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi dan bursa Asia bergerak di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.363,01, naik 43,40 poin atau 0,69% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.319,61. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,88 triliun dengan volume perdagangan 20,66 miliar saham dalam 1,35 juta kali transaksi, di mana 436 saham menguat, 179 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Sentimen positif utama datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan, lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 5,12%. Dari global, negosiasi Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz memicu harapan meredanya ketegangan geopolitik, mendorong harga minyak dunia terkoreksi lebih dari 5% dan melemahkan indeks dolar AS ke level 99,85.
Meski demikian, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing justru tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) tipis sebesar Rp65,81 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,43 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,18 triliun dan foreign sell Rp2,25 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan nilai mencapai Rp80,49 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang dilepas asing senilai Rp78,79 miliar, disusul PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp38,66 miliar. investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp35,11 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) Rp26,55 miliar, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) Rp25,13 miliar, serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) Rp23,86 miliar. Di sisi lain, saham-saham komoditas logam justru menjadi buruan investor global. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp127,95 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp92,75 miliar. asing juga memborong PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) sebesar Rp45,52 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp36,86 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp33,33 miliar, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Rp22,26 miliar.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Misbakhun Soroti Pentingnya Peran Pasar Modal Bagi Ekonomi RI | Equityworld EWF Medan
- → Umumkan Paket Stimulus Ekonomi, Airlangga: Insentif Pajak buat Penulis hingga Diskon Transportasi | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Diprediksi Mandek Hari Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
