Equityworld Futures Medan – Menyoroti Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar saham Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan pergerakan yang dipicu oleh ketidakpastian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi acuan pasar modal Tanah Air, melemah akibat sentimen pasar yang tak kunjung reda. Di tengah pergerakan IHSG yang terus disoroti oleh para investor, Chief Financial Officer (CFO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Simon Ho mengungkapkan harga saham GOTO yang saat ini masih berada di level Rp50 adalah salah satu dampak dari melemahnya pasar akibat ketidakpastian ekonomi. Simon memastikan level harga saham GOTO saat ini masih undervalued atau tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya. “Harga saham kami saat ini undervalued, Tapi seperti yang bisa dilihat fundamental bisnis terus membaik.
Pertumbuhan solid, profitabilitas meningkat, dan kami jelas telah membicarakan tentang mencapai laba bersih yang positif, dan bisnis fintech terus berjalan dengan sangat baik,” jelas Simon dalam Economic Update PT Equityworld Futures, dikutip Senin (3/8/2026). Seperti diketahui, pada 31 Juli lalu, GoTo merilis laporan keuangan kuartal II-2026 di mana perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, setelah sebelumnya mencetak laba bersih Rp171 miliar di kuartal I-2026. Nilai transaksi kotor atau gross transaction value/GTV inti grup tumbuh 83% year-on-year (YoY) menjadi Rp 164 triliun, sementara pendapatan bersih tumbuh 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
Apa manfaatnya?
EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Simon menegaskan pencapaian ini adalah bukti dari kekuatan ekosistem GoTo yang terus menunjukan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan yang ada. Terlebih, perusahaan tengah dihadapkan pada babak baru industri ride-hailing setelah adanya pembatasan komisi aplikator sebesar 8% untuk bisnis roda dua angkutan penumpang.
Simon memastikan GoTo mampu mengimbangi dampak dari penyesuaian regulasi tersebut.Untuk itu, dia optimistis, target kinerja GoTo tidak akan berubah dan masih sama seperti yang ditargetkan awal tahun. “Kami di GoTo fokus pada pelanggan, bisnis, dan kinerja demi hasil yang memuaskan. Kami percaya bahwa seiring waktu, seiring kami terus berkinerja, kami percaya harga saham akan sesuai dengan fundamental bisnis,” tegas Simon. Dikutip dari laporan kinerja keuangan kuartal II-2026, GoTo tidak mengubah pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh, yakni masih di kisaran Rp3,2-3,4 triliun.
Tapi perseroan menurunkan pedoman kinerja layanan On-Demand services untuk setahun penuh menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari implementasi komisi 8%. Di sisi lain, kinerja Fintech lewat bisnis GoPay diprediksi akan menopang, sehingga GoTo menaikkan pedoman kinerja Fintech untuk setahun penuh menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun. “Tapi saya harus mengingatkan investor bahwa laba bersih kami juga dipengaruhi oleh faktor non-operasional, yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan dan manajemen.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Nyungsep Nyaris 5 Persen Siang Ini, Apa Biang Keroknya? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Video: Danantara dan INA Teken Perjanjian Investasi Pabrik Chandra Asri | Equityworld EWF Medan
- → IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Jelang Keputusan MSCI | Equityworld EWF Medan
