0 0
Read Time:3 Minute, 28 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada BBRI, AMMN, hingga SGER | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (31/7) di zona hijau dengan kenaikan 0,80% ke level 6.236,13. Penguatan indeks didorong oleh saham BBRI, ASII, dan AMMN yang menjadi penopang utama, sementara BBCA, TLKM, dan ADRO menjadi saham dengan kontribusi terbesar terhadap pelemahan indeks.

Investor asing membukukan net sell sebesar Rp34,82 miliar di pasar reguler dan Rp250,53 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup menguat dengan sektor Basic Industry memimpin kenaikan sebesar 2,54%, sedangkan sektor Non-Cyclical menjadi satu-satunya sektor yang melemah tipis 0,03%. Di pasar global, indeks utama Wall Street juga ditutup menguat, dipimpin Nasdaq yang naik 1,00%, disusul S&P 500 sebesar 0,70% dan Dow Jones sebesar 0,53%.

Pelaku pasar turut mencermati rebalancing indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 yang mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober, yang diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas transaksi pada saham-saham konstituen baru, meski pergerakan ETF EIDO dan MSCI Indonesia relatif terbatas. Dari sisi aksi korporasi, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperluas bisnis ke ekosistem kendaraan listrik dengan memperkenalkan dua produk pengisian daya berkomponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50% pada ajang GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang. Produk tersebut meliputi Fast Charging 2W yang diklaim mampu mengisi daya sekitar 15 menit serta Buffer Charging berdesain portabel yang ditujukan untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur, seperti kawasan perkebunan, pertambangan, dan industri. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan portofolio perseroan yang sebelumnya berfokus pada komponen kendaraan berbahan bakar fosil.

Kenapa ini penting?

Pada 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp5,94 triliun. Hingga semester I-2026, penjualan telah mencapai Rp3,16 triliun atau meningkat 13,82% secara tahunan. Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan ekspansi kawasan komersial di Serpong CBD pada paruh kedua 2026 melalui dua proyek baru.

Proyek pertama adalah The Hood, kawasan komersial berkonsep lakeside retail neighborhood seluas sekitar 10 hektare yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2026 dengan lebih dari 50 tenant dari berbagai kategori, mulai dari F&B, pusat kebugaran, lapangan padel, bioskop, gedung pertunjukan, supermarket, hingga fasilitas wellness. Proyek kedua adalah Strozzi Commercial di koridor Symphonia Boulevard yang akan dipasarkan mulai sekitar Rp4 miliar per unit.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *