Equityworld Futures Medan – Laba Emiten Bakrie dan Salim Naik 87%, Piutang H. Isam Terbang 10x Lipat | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Emiten tambang batu bara dan mineral Grup Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$58,85 juta, melonjak 188,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$20,41 juta pada semester I-2026. Sementara laba bersih konsolidasian BUMI naik 87,4% menjadi US$72,27 juta dari US$38,55. Menilik laporan keuangannya, kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,9% menjadi US$866,75 juta dari US$677,93 juta pada semester I-2025. Pendapatan paling besar berasal dari penjualan batu bara sebesar US$762,39 juta, disusul oleh emas sebesar US$95,91 juta. Beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi US$720,84 juta dari setahun sebelumnya US$570,90 juta.
Laba usaha pun meningkat menjadi US$83,13 juta dari US$55,30 juta, sementara kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama hampir tiga kali lipat menjadi US$43,85 juta. Di sisi neraca, piutang usaha BUMI kepada PT Jhonlin Group yang merupakan entitas bisnis milik Haji Isam melonjak drastis. Hingga akhir Juni 2026, piutang kepada pelanggan tersebut mencapai US$153,52 juta, melesat sekitar 10,9 kali dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar US$14,06 juta. Meningkatnya piutang tersebut sejalan dengan besarnya kontribusi Jhonlin terhadap penjualan BUMI sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Dalam catatan atas laporan keuangan, PT Jhonlin Group tercatat menjadi pelanggan terbesar kedua dengan nilai transaksi mencapai US$164 juta, melonjak tajam dibandingkan US$44,75 juta pada semester I-2025. Selain dari sisi penjualan, Grup Jhonlin juga menjadi salah satu pemasok utama BUMI. Tercatat, PT Jhonlin Baratama membukukan transaksi senilai US$125,44 juta dari total beban pokok pendapatan BUMI selama semester I-2026. Meski demikian, di sisi liabilitas, kewajiban lain BUMI kepada PT Jhonlin Group justru menurun.
Implikasi Pasar: IPO baru berpotensi menambah likuiditas dan variasi instrumen investasi di BEI. Investor dapat mencermati prospek bisnis dan valuasi emiten baru sebelum melakukan alokasi dana.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Minyak Tembus US$115 per Barel, Apa Risikonya Bagi Ekonomi RI? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Harga Minyak Masuk Zona Gelap, Dunia Dibuat Bingung | Equityworld EWF Medan
- → Laut Timur Tengah Beracun, Ketumpahan Minyak Seluas 60 Kilometer | Equityworld EWF Medan
