0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Superbank Cetak Cuan, tapi Saldo Defisit Laba Masih Tebal | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures — PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp182,6 miliar pada semester I-2026, melonjak hampir sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, bank digital tersebut masih memiliki akumulasi defisit saldo laba sebesar Rp663,5 miliar yang berasal dari kerugian pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya masih berada di posisi defisit Rp663,52 miliar hingga akhir Juni 2026. Meski defisit tersebut menyusut 21,58% dibandingkan posisi akhir 2025, akumulasi kerugian masa lalu belum sepenuhnya tertutup.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis Superbank berlangsung agresif. Penyaluran kredit mencapai Rp13,4 triliun atau naik 61% yoy, sementara total aset melonjak 81,5% yoy menjadi Rp27 triliun. Pendanaan juga meningkat dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp15,9 triliun atau naik 89,1% yoy.

Meski ekspansi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 51,7% yoy menjadi Rp1,01 triliun, langkah ekspansi juga diikuti kenaikan beban operasional dan kebutuhan pencadangan kredit. Ke depan, investor akan mencermati apakah pertumbuhan kredit yang agresif dapat terus diimbangi dengan kualitas aset dan profitabilitas yang berkelanjutan. Dalam siaran persnya, Superbank menyebut cost to income ratio (CIR) membaik menjadi 54,8% dari 74,6% pada periode yang sama tahun lalu, sedangkan pre-tax return on equity (ROE) meningkat menjadi 5,7% dari 1,2%. “Kami akan terus memperluas kolaborasi di dalam ekosistem untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin relevan, mudah diakses, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, mitra, serta pemegang saham,” kata Presiden Direktur Superbank Tigor M.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *