0 0
Read Time:3 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Lengkap! Ini Jumlah dan Nilai Saham Danantara di 52 BUMN | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pemerintah mengalihkan saham Seri B dan/atau Seri C milik negara pada 52 perusahaan BUMN kepada Holding Operasional Danantara sepanjang 2025. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit, jumlah saham yang dialihkan mencapai 362,14 miliar lembar dengan nilai Rp1.030,28 triliun. Pengalihan tersebut dilakukan pada tahun yang sama dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025.

Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 yang berlaku mulai 21 Maret 2025. Aturan tersebut menetapkan penambahan penyertaan modal negara kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk mendirikan Holding Operasional.

Bagaimana cara kerjanya?

Penambahan modal dilakukan melalui pengalihan saham Seri B dan/atau Seri C milik negara pada 52 perusahaan BUMN kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia. Pemerintah juga menerbitkan PP Nomor 16 Tahun 2025 yang mengalihkan 99% saham Seri B milik negara pada PT Biro Klasifikasi Indonesia kepada BPI Danantara. Negara tetap memiliki 1% saham Seri A Dwiwarna melalui Menteri BUMN. Dengan struktur tersebut, kepemilikan ekonomi melalui saham Seri B dan Seri C ditempatkan pada Holding Operasional dalam ekosistem Danantara.

Sementara itu, negara tetap memegang hak khusus melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna. Adapun rincian 52 perusahaan BUMN yang sahamnya dialihkan kepada Holding Operasional Danantara sebagai berikut: // Nilai saham terbesar yang dialihkan berasal dari PT Pertamina sebesar Rp 176,75 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara Rp 150,54 triliun, serta PT Hutama Karya Rp 131,65 triliun. Terbesar berasal dari PT Mineral Industri Indonesia dengan nilai Rp 119,09 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 93,72 triliun, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia Rp 78,66 triliun.

Kemudian terdapat saham PT Pelabuhan Indonesia senilai Rp 40,58 triliun, PT Perkebunan Nusantara III Rp 40,22 triliun, PT Perum Percetakan Uang Republik Indonesia Rp 25 triliun, serta PT Kereta Api Indonesia Rp 24,37 triliun. terdapat saham PT Len Industri senilai Rp 21,85 triliun, PT Danareksa Rp 18,33 triliun, PT Bio Farma Rp 17,48 triliun, serta PT Garuda Indonesia Tbk dengan total Rp 15,69 triliun. Untuk perusahaan perbankan, nilai saham PT Bank Mandiri Tbk yang dialihkan tercatat sebesar Rp 6,07 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 5,74 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk Rp 4,21 triliun, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 4,03 triliun. Pengalihan tersebut juga mencakup saham PT Krakatau Steel Tbk senilai Rp 7,74 triliun, PT Wijaya Karya Tbk Rp 3,63 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rp 2,58 triliun, PT Jasa Marga Tbk Rp 2,54 triliun, dan PT Waskita Karya Tbk Rp 2,17 triliun.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *