0 0
Read Time:3 Minute, 35 Second

Equityworld Futures Medan – Asing Net Buy Rp46,91 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi I, Kamis (30/7/2026), di zona hijau seiring menguatnya saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, setelah sebelumnya melemah selama enam hari perdagangan beruntun. IHSG ditutup menguat 0,72% atau bertambah 43,56 poin ke level 6.134,95. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai sekitar Rp6,33 triliun, dengan sebanyak 469 saham menguat, 192 saham melemah, dan 302 saham stagnan. Penguatan indeks turut didorong oleh pulihnya bursa Asia, setelah sebelumnya indeks KOSPI dan Nikkei 225 tertekan akibat aksi jual saham-saham teknologi.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, sejalan dengan penguatan IHSG tersebut, investor asing turut membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp46,91 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp4,12 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,08 triliun dan foreign sell Rp2,04 triliun. Perburuan asing terbesar tertuju pada saham perbankan raksasa, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dengan nilai net buy mencapai Rp146,58 miliar.

Kenapa ini penting?

Di posisi berikutnya terdapat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp39,29 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp36,54 miliar. investor asing juga memborong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp28,76 miliar, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp25,69 miliar, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp20,49 miliar. Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai mencapai Rp291,90 miliar – jauh melampaui saham lainnya. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang dilepas asing senilai Rp46,32 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp32,60 miliar. Tekanan jual asing juga terlihat pada saham emas PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sebesar Rp30,02 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp27,27 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp26,93 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (30/7/2026). PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp39,29 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp28,76 miliar PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp20,49 miliar PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) – Rp20,25 miliar PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) – Rp11,98 miliar PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) – Rp11,18 miliar

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *