0 0
Read Time:3 Minute, 19 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Menanggapi langkah yang diambil BI, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan keputusan mempertahankan BI Rate, menjadi langkah positif untuk mendukung stabilitas rupiah, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. “Sejalan dengan perkiraan kami, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026, meskipun ekspektasi pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 bps menjadi 6,00%,” ungkap Josua, kepada PT Equityworld Futures, dikutip Jumat (24/7/2026). Menurutnya, Bank sentral kembali menegaskan komitmennya untuk terus mencermati tekanan inflasi di tengah risiko eksternal yang masih persisten, seraya tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. BI juga mengindikasikan bahwa akumulasi kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 100 bps yang telah dilakukan sepanjang Mei-Juni 2026, untuk saat ini, dinilai memadai untuk menjaga stabilitas rupiah dan menambatkan ekspektasi inflasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. “Arah BI Rate ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik, yang kemungkinan masih akan berlanjut hingga sisa tahun 2026.

Kami menilai bahwa keputusan BI terkait suku bunga kebijakan akan tetap sangat bergantung pada perkembangan kondisi global maupun domestik,” tegas dia. Sementara itu, dari sisi eksternal, tekanan meningkat seiring kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang telah mendorong harga minyak global kembali naik ke atas US$ 90 per barel, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Meskipun data inflasi AS terbaru untuk Juni 2026 tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang kemudian mendorong investor menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dan agresif. “Kami menilai moderasi tersebut bersifat sementara.

Kenapa ini penting?

Pelemahan inflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan harga energi, sejalan dengan penurunan harga minyak global selama Juni 2026. Mengingat harga minyak kini kembali meningkat tajam, tekanan inflasi berpotensi kembali mengemuka dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, kami menilai risiko global pada Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan dengan Juni 2026. The Fed masih mempertahankan sikap hawkish, dengan tekanan inflasi yang persisten tetap menjadi perhatian utamanya,” ungkap Josua. Dari sisi domestik, sejumlah perkembangan memberikan dukungan positif. Keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil telah memperkuat kepercayaan investor dan turut mendukung aliran masuk modal asing.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *