Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: 3 Badai Siap Hantam RI: Sinyal Kenaikan Fed, Perang dan Minyak Membara | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan Rabu(29/7/2026). Bursa saham ditutup melemah sementara rupiah berhasil menguat. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan besar pada hari ini.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahan tajam yang sempat terjadi pada sesi I, Tapi tetap ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Apa manfaatnya?
IHSG ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64% ke level 6.091,39. Meski demikian, indeks mampu bangkit dari level terendah hariannya di 6.029,32, setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 pada awal perdagangan. // Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp22,86 triliun dengan volume perdagangan 38,53 miliar saham dalam 1,95 juta kali transaksi. Sebanyak 177 saham menguat, 468 saham melemah, dan 148 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.675 triliun.
Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 8,9 triliun di semua market tetapi masih net sell sebesar Rp 183,81 miliar di pasar reguler. Seluruh sektor masih berada di zona merah. Properti memimpin pelemahan dengan koreksi 4,54%, diikuti utilitas yang turun 4,21%, konsumer non-primer turun 1,50%, industri melemah 1,44%, serta energi terkoreksi 1,32%. Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah berhasil berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026), setelah sempat tertekan hingga menyentuh Rp18.100/US$ pada pagi harinya.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Freeport Ajukan Perjanjian Divestasi Saham ke Pemerintah | Equityworld EWF Medan
- → Alamtri (ADRO) Mau Buyback Saham Rp 4 Triliun, Cek Jadwalnya | Equityworld EWF Medan
- → 3 HP Mewah Paling Mahal Tahun 2026: Ada yang Dibalut Emas, Berlian, hingga Titanium Langka | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
