Equityworld Futures Medan – Update pasar: SUPR Delisting, Pemiliknya Ini Mau Buyback Saham di Harga Rp45.000 | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) selaku pemegang saham mayoritas akan melaksanakan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) atas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). VTO digelar setelah rencana perubahan status SUPR menjadi perusahaan tertutup atau go private dan penghapusan pencatatan saham (voluntary delisting) memperoleh persetujuan pemegang saham pada 20 Mei 2026. Protelindo menetapkan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp45.000 per saham dengan periode pelaksanaan mulai 24 Juli hingga 24 Agustus 2026. Saat ini, Protelindo telah menguasai secara langsung sebanyak 1.107.187.889 saham SUPR atau setara 97,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Sementara itu, PT Iforte Solusi Infotek (iForte) memiliki 29.411.765 saham atau sekitar 2,58 persen saham SUPR. Dengan demikian, total kepemilikan Protelindo dan iForte mencapai 1.136.599.654 saham atau setara 99,1 persen kepemilikan di SUPR. Apabila seluruh saham publik yang menjadi target tender offer terserap, Protelindo diproyeksikan akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 1.137.579.698 saham atau mencapai 100 persen saham SUPR.
Kenapa ini penting?
Adapun proses jual beli saham dalam pelaksanaan VTO akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan penyelesaian transaksi mengi kuti ketentuan yang berlaku di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Saat ini, harga saham SUPR berada di level Rp43.850 per saham. Jadi, VTO perseroan dipatok di atas harga pasar alias premium.
SUPR sendiri dimiliki oleh Protelindo yang merupakan entitas bisnis milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang merupakan bagian dari Grup Djarum.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Masih Tertekan, Intip 5 Rekomendasi Saham Hari Ini | Equityworld EWF Medan
- → Bursa Asia Bangkit, Kospi Naik Hampir 5% dan Nikkei 3% | Equityworld EWF Medan
