Equityworld Futures Medan – Menyoroti Saham Dua Grup Konglomerat Jadi Incaran Asing | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Investor asing memborong saham-saham milik dua grup konglomerasi besar Indonesia, yakni Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie, di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Meski demikian, derasnya aksi jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo membuat IHSG gagal mempertahankan reli dan ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31. Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan net foreign sell Rp1,22 triliun.
Tapi di balik aksi jual tersebut, terdapat akumulasi pada sejumlah saham yang berada di bawah dua kelompok usaha tersebut. Dari Grup Prajogo Pangestu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) mencatat net buy Rp90,4 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp57,3 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CUAN) menjadi buruan terbesar dengan net buy Rp95,7 miliar. Sementara dari Grup Bakrie, investor asing memborong PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp55,3 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp26,7 miliar.
Kenapa ini penting?
Selain kedua grup tersebut, saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Timah (Persero) Tbk (TINS), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga masuk daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan kemarin. Akumulasi asing pada saham-saham tersebut juga tercermin dari daftar top movers IHSG. BUMI menjadi kontributor positif terbesar kedua terhadap indeks dengan sumbangan sekitar 5,51 poin, disusul AMMN sebesar 2,95 poin, BYAN 2,85 poin, MDKA 2,56 poin, PTRO 1,68 poin, dan MLPT 7,77 poin sebagai penyumbang terbesar. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: Meski saham-saham komoditas dan konglomerasi tersebut menopang indeks, tekanan jual pada saham-saham perbankan dan blue chips jauh lebih dominan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 19,85 poin, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) 6,11 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 4,61 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 4,38 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,27 poin.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Sunlife Umumkan Kinerja Kuartal I | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rupiah Ditutup Lesu Rp17.995 per Dolar AS Sore Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Ditutup Lunglai 7.621 pada Kamis Sore | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
