Equityworld Futures Medan – BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Meski secara keseluruhan investor asing masih membukukan net foreign sell Rp920,3 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu (22/7/2026), sejumlah saham tetap menjadi sasaran akumulasi. Saham yang paling banyak diborong asing adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dengan nilai beli bersih mencapai Rp297,7 miliar. Hampir seluruh transaksi didominasi aksi beli, dengan nilai pembelian mencapai Rp297,8 miliar melalui pasar negosiasi. Di posisi berikutnya terdapat PT Timah Tbk (TINS) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp55,5 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp48,9 miliar. Investor asing juga mengoleksi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp44,5 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp32,9 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp27,3 miliar.
Saham-saham sektor energi dan komoditas masih mendominasi daftar akumulasi asing, diikuti saham perbankan dan infrastruktur. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: Adapun laju IHSG pada perdagangan Rabu (22/7) terhenti setelah mencatat reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut.
Kenapa ini penting?
IHSG ditutup melemah tipis 0,09% ke level 6.334,48, dengan 367 saham terkoreksi, 281 menguat, dan 317 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp18,52 triliun dengan volume 44,63 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,7 juta kali. Pergerakan pasar terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar.
Keputusan tersebut sempat memberikan kepastian bagi pelaku pasar domestik. Tapi di saat yang sama, dolar AS bergerak menguat di tengah ekspektasi suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, masih cenderung selektif.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Adik Ungkap Penyiksaan Sadis yang Dialami Sang Kakak Selama 3 Tahun, Bibir Korban Dipotong hingga Tangan Disundut Rokok | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Kinerja Apik, Unilever (UNVR) Catat Laba Rp1,3 T di Kuartal I-2026 | Equityworld EWF Medan
- → Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru | Equityworld EWF Medan
