0 0
Read Time:3 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – Asing Net Sell Rp943,75 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) pada perdagangan sesi I Rabu (22/7/2026), seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang parkir di zona merah dan mematahkan tren reli sembilan hari bursa beruntun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir sesi pertama hari ini IHSG turun 0,39% atau 24,47 poin ke level 6.315,55. Hingga jeda makan siang, nilai transaksi tercatat sekitar Rp11,24 triliun dengan volume perdagangan mencapai 28,93 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,81 juta kali.

Sebanyak 238 saham menguat, 366 saham melemah, sementara 190 saham bergerak stagnan. Koreksi ini menghentikan momentum penguatan yang sebelumnya cukup solid. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG sempat lompat 1,74% hingga tembus di atas level 6.300 dan mencatatkan penguatan sembilan hari perdagangan beruntun.

Pelaku pasar kini menahan diri sembari mencermati sejumlah sentimen, terutama keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan siang ini, serta data eksternal berupa tingkat pengangguran Inggris dan neraca perdagangan Jepang. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp943,75 miliar di seluruh pasar (all market) hingga tengah hari.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp5,84 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,45 triliun dan foreign sell Rp3,39 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dengan nilai mencapai Rp172,38 miliar.

Kenapa ini penting?

Di posisi berikutnya terdapat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang dilepas asing senilai Rp103,93 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp93,33 miliar. investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp63,20 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp61,90 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp57,73 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp40,50 miliar. Tekanan jual juga terlihat pada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) sebesar Rp40,06 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp37,43 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp35,17 miliar. Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp34,78 miliar. asing juga memborong PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) senilai Rp28,08 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Rp22,46 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) Rp17,59 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp15,20 miliar, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Rp14,01 miliar.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *