Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rupiah Paling Buruk se-Asia: Won, Yen hingga Ringgit Malah Perkasa | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Mata uang negara-negara Asia pagi ini mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tapi sayang, rupiah masuk menjadi mata uang dengan pelemahan paling besar. Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Senin (20/7/2026), per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya melemah. Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.
Mata uang Garuda melemah 0,59% ke posisi Rp17.990/US$. Posisi tersebut membuat rupiah kembali sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000/US$.
Selain rupiah, peso Filipina juga masuk zona merah setelah melemah 0,24% ke posisi PHP 61,694/US$. Baht Thailand terkoreksi 0,12% ke THB 33,62/US$, sementara dolar Taiwan turun tipis 0,03% ke TWD 32,382/US$. Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia.
Bagaimana cara kerjanya?
Won menguat 0,38% ke posisi KRW 1.481,9/US$. Penguatan juga terlihat pada dong Vietnam dan ringgit Malaysia yang sama-sama naik 0,12%. Ringgit berada di posisi MYR 4,085/US$.
Yuan China menguat 0,06% ke posisi CNY 6,771/US$, sementara yen Jepang dan dolar Singapura sama-sama naik 0,04%, masing-masing ke posisi JPY 162,33/US$ dan SGD 1,2907/US$. // Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau stabil di posisi 100,765 pada waktu yang sama. Meski tidak banyak bergerak pagi ini, dolar AS masih mendapat dukungan dari sentimen global yang belum sepenuhnya tenang.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Di Blacklist Seumur Hidup dari Pasar Modal RI, Ini Profil Benny Tjokro | Equityworld EWF Medan
- → Asing Terciduk Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Longsor Lagi | Equityworld EWF Medan
- → Purbaya Happy S&P Pertahankan Rating Indonesia, Disiplin Fiskal Tetap Dijaga | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
